Wednesday, 4 September 2013

Kapan saat yang tepat memecat karyawan ?

Hari ini saya memecat salah satu karyawan saya, bagian disain.

Tugasnya adalah menterjemahkan keinginan customer menjadi bentuk gambar disain (dalam hal ini seragam karyawan) supaya dijadikan panduan oleh bagian produksi untuk pengerjaan pesanan seragam tersebut.

Karyawan tersebut, sebut saja si A. Kenapa dia saya pecat?

Karena si A ini malas dan tidak mau belajar dan maju sebagai team player.

Dalam bekerja dia hanya berpikir menyelesaikan tugasnya dengan secepat mungkin.. bukan dengan sebaik mungkin..

Akibatnya, hasil kerjanya asal asalan, semua harus diulang kembali, setiap tugas yang diberikan tidak pernah diselesaikan dengan baik pada kesempatan pertama, selalu harus memerlukan revisi dari saya ataupun pihak marketing yang menerima order dari customer.

Akhirnya setiap pekerjaan yang sampai di mejanya menyita waktu 2 sampai 3 kali lebih banyak dari yang seharusnya.. dan memerlukan supervisi yang banyak menyita waktu orang lain (saya sebagai atasannya, ataupun pihak produksi yang selalu cek and re cek karena takut ada kesalahan dari disain)

Akhirnya setelah hampir 2 bulan kesempatan saya berikan,  saya memutuskan untuk berhenti merevisi tugasnya, dan saya berikan ujian terakhirnya hari ini, dengan tugas yang ringan

Ada customer yang ingin membuat seragam seperti seragamnya saat ini, jadi customer tersebut memberikan 1 buah baju sebagai contoh untuk diproduksi kembali.

Tugas si A adalah melihat baju tersebut, dan menggambar ulang (MENGGAMBAR ULANG),

Jadi si A ini cukup melihat baju tersebut dan menggambar ulang disainnya untuk diberikan kepada bagian produksi sebagai panduan (tentu apabila panduannya salah, produksi akan salah).

Tapi ternyata si A kembali asal2an, gambar baju dikerjakan dengan cepat, tetapi yang dibuat sama sekali berbeda dengan baju contoh dari customer (instruksi sudah jelas, tidak ada modifikasi atau apapun dari contoh yang sudah ada).

Hasilnya, si A SAYA PECAT SAAT ITU JUGA. Saya katakan "Maaf, tapi saya rasa kamu tidak cocok bekerja di tempat ini, mudah2an kamu bisa menemukan tempat lain yang cocok dengan kamu."

Saya berikan gaji sesuai perhitungan. Lalu saya persilahkan mengemasi barang2 pribadinya dari meja kerja dan saya persilahkan pulang.

Si A tidak merasa bahwa dia adalah bagian dari tim, bahwa dia tidak merasa memiliki tanggung jawab yang apabila si A membuat kesalahan akan berefek kepada seluruh tim.

Tentu ini tidak bisa dibiarkan terus menerus, karena akan merusak tim kerja yang telah ada yang telah padu.

Jadi kapan saat yang tepat untuk memecat karyawan anda ??

SAAT ITU JUGA !

Jangan ragu, apabila anda merasa anda telah memberikan kesempatan untuk bekerja dan berkembang, tetapi tidak dipergunakan sebaik2nya.. maka dia layak untuk dipecat.

Karena tim kerja anda lebih penting daripada satu org karyawan yang tidak mendukung tim.

"We are only as strong as our weakest link"

No comments:

Post a Comment

Note: only a member of this blog may post a comment.